PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Langkah nyata meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sikka kembali terwujud. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program CSR BRI Peduli berkolaborasi dengan Yayasan Bapa Bangsa menyalurkan bantuan hibah sebesar Rp500 juta untuk pembangunan infrastruktur di SMA Negeri Kangae, Jumat (7/8/2026).
Bantuan tersebut dialokasikan untuk pembangunan tiga ruang kelas baru serta fasilitas MCK dua pintu.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi seremonial adat lokal yang hangat, dilanjutkan dengan ibadah misa pembukaan. Momen puncak ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemberkatan gedung baru, penyerahan kunci secara simbolis oleh Anggota DPR RI sekaligus Pendiri dan Penasehat Yayasan Bapa Bangsa, Melchias Markus Mekeng, hingga penyerahan bantuan secara resmi kepada Pelaksana Harian (PLH) Kepala SMAN Kangae, Eva Devy Darnita Daniel.
Komitmen BRI dan Monitoring Pemanfaatan CSR
Baca juga: Jaga Posisi ke Delapan Besar, Flores United Tekuk PS Malaka 2-1 di Maumere
Mewakili Pimpinan Cabang BRI Maumere, Emanuel K.B.L, menjelaskan bahwa penyaluran dana CSR ini merupakan bentuk komitmen BRI yang diinisiasi atas usulan Melchias Markus Mekeng melalui kantor pusat BRI.
“Saya mewakili Bapak Pemimpin Cabang BRI Maumere, Bapak Risky, untuk melakukan penyerahan secara simbolis bantuan BRI Peduli untuk pembangunan dua gedung kelas baru ditambah dengan fasilitas MCK untuk SMAN Kangae. Ini inisiasi dari Bapak Melchias Markus Mekeng melalui kantor pusat, lalu kami diminta untuk hadir melakukan penyerahan secara simbolis,” ungkap Emanual mewakili Pimpinan Cabang BRI Maumere.
Ia menjelaskan, bantuan BRI Peduli dalam bentuk tunai diserahkan secara langsung melalui transfer oleh Kantor BRI pusat ke rekening sekolah.
Baca juga: Gol Dramatis Arisman Ahmad Segel Tiket 8 Besar Persebata Lembata di Soeratin Cup U-17 2026
“Memang berupanya berupa uang tunai. Jadi kantor pusat itu langsung melakukan transfer ke rekening sekolah, nilainya sebesar Rp500 juta. Terkait dengan pendampingan, kita belum tahu apakah ada kelanjutan pendampingan atau tidak. Tetapi pasti kantor pusat akan meminta kami untuk coba memonitor progres dari pembangunan gedung itu,” ujar Emanuel.