Sinergi BRI Peduli dan Yayasan Bapa Bangsa Resmikan Bantuan CSR Rp500 Juta untuk SMAN Kangae, Akhiri Sesi Sekolah Siang

"Saya mewakili Bapak Pemimpin Cabang BRI Maumere, Bapak Risky, untuk melakukan penyerahan secara simbolis bantuan BRI Peduli untuk pembangunan dua gedung kelas baru ditambah dengan fasilitas MCK untuk SMAN Kangae. Ini inisiasi dari Bapak Melchias Markus Mekeng melalui kantor pusat, lalu kami diminta untuk hadir melakukan penyerahan secara simbolis," ungkap Emanual mewakili Pimpinan Cabang BRI Maumere.
Keterangan foto Emanuel K.B.L mewakili pimpinan Cabang BRI Maumere saat menyerahkan CSR sebesar 500 juta kepada PLT kepala sekolah SMAN Kangae Devy Dartina Daniel
Penyerahan Simbolis.

Mengakhiri Sesi Belajar Siang

Kehadiran tiga ruang kelas baru ini menjadi solusi krusial bagi permasalahan operasional di SMAN Kangae. Dewan Pembina Yayasan Bapa Bangsa, Januarius Goleng, mengungkapkan bahwa kondisi sarana belajar di sekolah tersebut sebelumnya sangat memprihatinkan sehingga pihak sekolah terpaksa membagi jadwal belajar siswa menjadi dua sesi (pagi dan siang).

“Saat kunjungan kerja reses Bapak Melchias beberapa waktu lalu, beliau melihat langsung kondisi kelas yang memprihatinkan. Keterbatasan ruang membuat pembelajaran harus dibagi dua shift. Dengan selesainya pembangunan ini, mulai Senin mendatang seluruh siswa sudah bisa masuk pagi secara serentak. Jadi, tujuan pembangunan ruang kelas ini untuk memenuhi kekurangan ruang kelas yang selama ini dialami oleh murid di SMAN Kangae,” ungkap Januarius.

Ia menambahkan bahwa sejak berdiri pada 2009, Yayasan Bapa Bangsa terus menjembatani aspirasi masyarakat di berbagai bidang, mulai dari air bersih, pertanian, kesehatan, hingga infrastruktur sekolah, bekerja sama dengan berbagai pihak penyalur sponsor tanpa membatasi kuota target.

Dorong Digitalisasi dan Budaya Merawat

Pendiri sekaligus Penasehat Yayasan Bapa Bangsa, Melchias Markus Mekeng, menegaskan pentingnya keseimbangan antara kesiapan tenaga pengajar, semangat siswa, dan kelayakan sarana-prasarana untuk menciptakan mutu pendidikan yang unggul.

“Tiga elemen utama sekolah, guru, murid, dan sarana-prasarana, harus menjadi satu kesatuan. Nah, sekarang kalau guru-guru sudah cukup di sini, sekarang saya siapkan sarana dan prasarananya. Nah, setelah itu muridnya pun harus mulai didik untuk mau maju untuk ikuti zaman, zaman udah zaman digitalisasi, dan juga yang pasti mereka harus merawat ini sekolah,” ujar Melchias Markus Mekeng.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru