Melchias juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter para murid untuk merawat dan memelihara fasilitas serta lingkungan sekolah.
“Mereka harus rawat itu, itu yang saya inginkan. Jadi, ada kesadaran dari siswa sambil belajar dan sambil merawat. Bawa tanaman ke sini, ditanamin pohon-pohon, ditanamin buah-buah, kebersihannya dirawat di se- di kelas-kelasnya, di toiletnya, agar menjadi sebuah institusi yang memang kelihatan benar-benar ditata dengan rapi dan cerminan daripada budaya kita,” tegas Melchias.
Momen Bersejarah bagi SMA N Kangae
Plh. Kepala SMAN Kangae, Eva Devy Darnita Daniel, menegaskan bahwa Jumat, 7 Agustus 2026, menjadi momentum paling bersejarah bagi sekolah yang dipimpinnya. Hari tersebut menandai tiga agenda besar sekaligus: Misa Syukur Pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027, peletakan batu pertama revitalisasi khusus dari Kemendikdasmen (yang juga digagas Melchias Markus Mekeng), serta peresmian 3 ruang kelas dan 2 unit WC dari CSR BRI bersama Yayasan Bapa Bangsa.
“Sejak sekolah ini berdiri pada 2019, kami kekurangan ruang kelas. Bantuan dari Bapak Melchias Markus Mekeng dan BRI sangat berarti bagi kami. Sebagai pendidik, kami berkomitmen memberikan seluruh daya dan upaya terbaik dalam mengajar, agar kelak alumni SMAN Kangae mampu membawa nama harum daerah dan bangsa,” ungkap Eva penuh haru.
Harapan Baru Siswa SMAN Kangae
Suka cita juga dirasakan langsung oleh para peserta didik. Putri Charani Lodan (Chani), salah satu siswi SMAN Kangae, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh BRI dan Yayasan Bapa Bangsa.