PERSPEKTIFNUSANTARA.COM- Maumere, 2 Mei 2026 — Upaya pemulihan ekosistem laut di kawasan Teluk Maumere kembali diperkuat melalui kegiatan rehabilitasi terumbu karang yang digagas Yayasan Ararat Coral Gardener dalam program “Teluk Maumere Program”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) di kawasan Budi Sun Resort dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 unit media transplantasi (spider) dipasang dengan total 1.200 fragmen karang yang ditanam di perairan sekitar lokasi. Program ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menjaga dan memulihkan terumbu karang yang memiliki peran vital sebagai habitat biota laut sekaligus penopang kehidupan masyarakat pesisir.
Kegiatan rehabilitasi ini melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Seksi Wilayah IV BKSDA NTT, kru kapal patroli Marnit Sikka Dit Polairud Polda NTT, Polair Polres Sikka, Pos Penyuluh Perikanan, Kelompok Nelayan Wairotang, mahasiswa pecinta alam dari Universitas Nusa Nipa (UNIPA) dan Muhammadiyah Maumere, serta para relawan.
Baca juga: Mobil Perpustakaan Keliling Ramaikan Pameran Hardiknas 2026 di SMPN 1 Alok
Rangkaian kegiatan difokuskan pada pemasangan media transplantasi dan penanaman bibit karang di kawasan pesisir. Metode ini dinilai efektif dalam mempercepat pemulihan ekosistem terumbu karang yang mengalami degradasi akibat berbagai faktor, seperti perubahan iklim, aktivitas manusia, dan pencemaran laut.
Ketua Yayasan Ararat Coral Gardener, Adriano Leba, menyampaikan bahwa Teluk Maumere Program merupakan komitmen jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan sumber daya laut di Kabupaten Sikka. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Sinergi antara pemerintah, aparat, akademisi, kelompok masyarakat, dan relawan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain berdampak pada pemulihan ekosistem, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian laut.
Baca juga: Wawasan Hukum Nusantara Tegaskan Komitmen Perjuangkan Keadilan Buruh di May Day 2026
Melalui program ini, seluruh pihak yang terlibat diharapkan dapat terus berkontribusi aktif dalam melindungi ekosistem pesisir. Terumbu karang yang sehat tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati laut, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat serta warisan penting bagi generasi mendatang.
