Ada janji yang diucapkan tanpa suara,
Terlukis dalam tatapan mata yang bertemu di antara puing:
Kita akan membangun lagi, bukan hanya rumah,
Tapi rasa aman yang lebih kokoh dari sebelumnya.
Harapan itu kecil, seperti tunas hijau yang nekat muncul
Di tengah tumpukan batu bata yang hancur.
