Dari Panggung Futsal ke Panggung Sepak Bola, Jejak Erwin Pitang Jadi Komentator Soeratin Cup dan Pertiwi Cup di Maumere

Kepercayaan ini tentu tidak diberi secara instan. Tetapi, berangkat dari setiap serpihan pengalaman nyata yang pernah ditunjukkan Erwin di bidang olahraga.
Erwin Pitang
Erwin Pitang saat berpose menjalankan tugas sebagai Komentator Soeratin Cup dan Pertiwi Cup

Kini, pada perhelatan turnamen tingkat provinsi ini, Erwin tetap tampil percaya diri dengan warna yang khas. Tidak menonjol tapi ada. Tidak garang tapi menusuk. Selalu ada dan konsisten. Seperti cinta laki laki kepada perempuan harus konsisten, kecuali ada yang selingkuh.. Aciehh.. Tapi ini menurut saya. Cinta kan tidak selamanya memiliki. Tetapi, harus abadi dalam mencintai.

Pada pertengahan penyelenggaraan dua turnamen besar ini. Erwin nampak begitu bangga. Hal itu dapat terlihat dari keceriaan dirinya berkontribusi dalam turnamen ini, meski disibukkan dengan pekerjaannya ia tetap stand by di lapangan.

Banyak apresiasi untuknya. Terkhusus dari teman sejawatnya yang bernama Arnoldus Aliando Bewat. Pria ganteng dan tidak sombong asal Mapitara. Ia bangga karena sahabatnya yang dulu hanya tampil di turnamen turnamen lokal kini dipercaya naik level ke tingkat provinsi. Semoga ke level nasional. Amin.

Intinya menurut Arnol kepercayaan ini sama seperti berkuliah atau belajar. Tetap menyelam sambil minum air intinya jangan tenggelam. Yang patut dibanggakan dari anak ini (Erwin) adalah ia rendah hati dan bertanggung jawab. Meski kadang bikin emosi.. Hehehe. Itu kata Arnol.

Kesempatan yang diperoleh Erwin dapat menjadi inspirasi untuk semua anak muda dimana saja berada. Jangan takut untuk berlangkah. Jangan takut ambil tugas dan tanggung jawab. Dan jika sudah mengambil mengambil tugas itu, konsisten untuk selesaikan.

Dari Erwin kita belajar. Masa muda hanya sekali. Selagi ada kesempatan untuk berkembang jangan sia siakan itu. Isilah waktumu dengan hal yang bermanfaat. Agar di masa tua engkau mengenangnya dengan penuh senyuman, bukan dengan penyesalan.

Berjuang secara total. Jika gagal bangun lagi. Jika dicibir Baliklah mencibir.. Eitt salah.. Tetap rendah hati, tenang, kalem, percaya diri dan tetap maju.

Halaman: 123456

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru