Insiden kontroversial ini bermula sekitar lima menit menjelang laga usai di waktu normal. Wasit utama secara mengejutkan menunjuk titik putih, memberi hadiah penalti untuk tuan rumah Persami Maumere. Bek BTA bernomor punggung 2 dinilai melakukan tekel keras terhadap penyerang Persami nomor punggung 10 di area terlarang.
Tak terima dengan keputusan tersebut, gelombang protes keras langsung dilayangkan oleh para pemain, pelatih, hingga jajaran ofisial BTA. Mereka menilai kepemimpinan wasit kontroversial dan berat sebelah demi menguntungkan sang tuan rumah.
Lantaran protes tak digubris, tim BTA mengambil langkah drastis. Ofisial BTA secara resmi menarik seluruh pemainnya keluar dari arena pertandingan sebelum laga 90 menit usai.
Sesuai regulasi resmi turnamen, aksi walk out yang dilakukan BTA membuat Persami Maumere dinyatakan menang WO dengan skor 3-0. Hasil ini memberi keuntungan besar bagi tuan rumah untuk mengamankan tiga poin krusial menuju babak delapan besar.
Dengan hasil dari laga penuh kontroversi ini, peta persaingan Grup A semakin sengit. Perse Ende hampir dipastikan mengunci satu tiket ke babak delapan besar. Sementara, pertandingan penutup Grup A, Persami Maumere vs Tiara Nusa akan menjadi penentu hidup-mati demi merebut satu tiket tersisa menuju babak selanjutnya.
Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.