PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Kericuhan mewarnai laga panas Grup A Piala Gubernur NTT Liga Pelajar Soeratin Cup U-17 2026 yang mempertemukan tuan rumah Persami Maumere melawan Bintang Timur Atambua (BTA) di Stadion Gelora Samador, Senin (3/8) sore. Laga sengit tersebut berakhir ricuh hingga diwarnai aksi walk out (WO) serta gesekan emosional yang nyaris berujung adu jotos.
Aksi Pukul Bench Pemicu Amarah Panitia
Ketegangan di lapangan meluap hingga luar arena pertandingan. Saat skuad BTA ditarik mundur menuju bench (bangku cadangan), emosi salah satu pemain BTA pecah hingga melampiaskan kekecewaannya dengan memukul fasilitas bench.
Baca juga: Tarian Dero Jai Jadi Tarian Juara Nirwana 04 Nagekeo di Gelora Samador Setelah Bungkam Persada
Aksi spontan tersebut membakar emosi sejumlah panitia pelaksana di lokasi. Suasana mendadak mencekam dan nyaris berujung bentrok fisik. Beruntung, jajaran ofisial BTA bergerak cepat menenangkan para pemain dan langsung menggiring seluruh skuad masuk ke kamar ganti sebelum situasi kian tak terkendali.
Saat dimintai keterangan seusai insiden tersebut, sang pelatih BTA enggan berkomentar banyak mengenai aksi WO timnya.
“Teman-teman tanya saja di wasit,” ujar pelatih BTA singkat seraya berlalu.
Baca juga: Nirwana 04 Nagekeo Juara Pertama Piala Pertiwi NTT 2026, Rayakan Lewat Tarian Dero Jai di Lapangan
Kronologi Protes Titik Putih dan Keputusan WO