PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE – Isu pengembangan energi geotermal di wilayah Flores dan Lembata telah berkembang menjadi persoalan yang kompleks. Tidak hanya menyangkut agenda ketahanan energi nasional, persoalan ini menyentuh secara langsung tatanan kehidupan sosial masyarakat, hak-hak adat, perlindungan lingkungan hidup, hingga masa depan arah pembangunan daerah.
Menanggapi kondisi tersebut, tiga lembaga pendidikan tinggi Katolik—Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, serta Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng—memprakarsai “Forum Komunikasi Memurnikan Niat, Menjaga Ruang Demokrasi, dan Membangun Penyelesaian Konflik yang Berkeadaban dalam Persoalan Geotermal Flores–Lembata” yang digelar di Kampus 2 IFTK Ledalero, Maumere, pada Kamis (23/7/2026).
Kampus Harus Hadir di Tengah Konflik Rakyat
Baca juga: Gotong Royong Bersihkan Mata Air Waikuma, Mahasiswa KKN dan Warga Bilal Wujudkan Akses Air Bersih
Dalam sambutan pembukanya, Tokoh Agama yang juga Guru Besar IFTK Ledalero, Pater Otto Gusti Madung, menegaskan pentingnya keterlibatan nyata perguruan tinggi dalam pusaran konflik sosial masyarakat. Menurutnya, penyelenggaraan forum ini merupakan penjelmaan langsung dari panggilan akademis dan tanggung jawab moral kampus.
“Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading yang menyimpan pengetahuan jauh-jauh dari kehidupan masyarakat. Sebaliknya, ia harus hadir di tengah persoalan-persoalan konflik masyarakat, mendengarkan suara mereka, meneliti fakta-fakta yang ada, menguji berbagai argumentasi secara ilmiah, dan kemudian mengabdikan pengetahuan itu bagi kepentingan publik,” tegas Pater Otto.
Menjawab Kritik & Menegaskan Sikap Pro-Rakyat
Baca juga: Efek Kejut Satgas Pajak: Antrean BBM Subsidi di Empat SPBU Sikka Mendadak Lengang
Pater Otto juga merespons munculnya kritik, pertanyaan, hingga penolakan dari sebagian masyarakat terhadap penyelenggaraan forum ini dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kritik tersebut bukanlah ancaman, melainkan bentuk kepedulian publik yang sangat dihormati. Berkat kritik-kritik itulah, tujuan dan batasan forum ini diperbaiki menjadi lebih jelas.