Menurut Tukan, dalil tersebut tidak logis dan telah dipatahkan sejak perkara sebelumnya. Jauh sebelum klaim hubungan dengan Raja tersebut muncul, orang tua dari Wasahari sudah mendiami dan memiliki tanah di Pulau Anano selama lebih dari 30 tahun.
“Apa mungkin Raja pergi menemui seorang gadis di Pulau Kambing/Anano. Waktu itu Wasahari sudah tinggal dengan saudaranya dan orang tuanya tinggal di tempat itu sebagai pemilik. Lalu karena dia selir lalu raja kasih dia, mana masuk akal dalil itu?,” papar Dominikus.
Ia menilai premis tersebut hanya bisa terjadi jika saat itu Pulau Anano merupakan lahan kosong tak bertuan. Namun faktanya, orang tua Wasahari telah mendiami pulau itu lebih dari 30 tahun.
“Kalau Wasahari seumur 20-an, orang tua yang tinggal di situ lebih dari 30 tahun, mana mungkin tanah raja diserahkan kepada Wasahari, sedangkan Wasahari adalah ahli waris dari pemilik tanah. Jangan membuat lelucon gitu loh,” pungkas Dominikus kepada awak media.
Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.