“Kakak, kami tidak meminta yang mewah. Kami hanya minta ruang yang tidak kepanasan supaya mereka bisa berdiri tegak untuk meraih bintang. Walaupun sekolah ini darurat, tetapi tempat ini penuh dengan cinta,” ungkap Maria.
Mandat Terakhir Sang Tante dan Pentingnya Pendidikan
Mendengar ketulusan hati para pengajar, Luna Maya mengaku sangat tersentuh. Di hadapan masyarakat Desa Watu Gong, ia membagikan kisah latar belakangnya dan memberikan motivasi agar anak-anak serta para orang tua tidak pernah berkecil hati.
“Saya lahir dan besar di Bali. Saya bukan sekolah di internasional, SD saya juga SD negeri. Tapi setidaknya saya lebih beruntung karena sekolah saya dulu ada atapnya, ada kursi, dan ada perpustakaan walaupun kecil,” kenang Luna.
Luna menegaskan bahwa latar belakang sekolah bukanlah penentu utama kesuksesan seseorang, melainkan semangat dan daya juang di dalam diri.
“Sekolah tidak harus sekolah internasional untuk menjadi orang yang hebat. Kesuksesan suatu bangsa dan individu adalah pendidikan. Punya otak yang cerdas itu membuka banyak peluang. Saya berharap Ibu-Ibu jangan pernah berhenti bermimpi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Luna juga mengungkapkan cerita emosional di balik bantuan ini. Pembangunan TK Sinar Watugong ini rupanya merupakan amanah terakhir dari mendiang tantenya yang baru saja meninggal dunia. Saat berada di rumah sakit, sang tante menghubunginya dan menitipkan sejumlah uang untuk didonasikan kepada yang membutuhkan.
