Maumere, penanganan dampak gempa bumi tektonik di Kabupaten Sikka terus dilakukan secara intensif oleh Tim Pos Komando Tanggap Darurat. Salah satu fokus penanganan berada di Kecamatan Palue, khususnya pada sejumlah titik longsor yang menghambat akses masyarakat.
Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, S.T., M.Eng, atau akrab disapa Femy Bapa mengatakan bahwa proses pembersihan material longsor pada titik pertama di Kecamatan Palue telah selesai dilakukan.
“Untuk lokasi longsor titik pertama di Kecamatan Palue, hari ini sudah selesai digusur. Besok kami akan melanjutkan penanganan pada titik longsor kedua,” ujar Femy Bapa.
Menurutnya, percepatan penanganan titik-titik longsor menjadi bagian penting dalam upaya membuka dan memulihkan akses masyarakat pascagempa. Pembersihan material longsor dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan serta aspek keselamatan bagi petugas maupun masyarakat.
Ia menjelaskan, setelah titik pertama berhasil dibersihkan, tim akan langsung memfokuskan pekerjaan pada titik kedua. Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan dan kondisi medan di lokasi.
“Tim terus bekerja dan berupaya agar akses yang terdampak longsor dapat segera dipulihkan. Kami berharap dengan terbukanya akses, mobilisasi masyarakat maupun distribusi bantuan kepada warga terdampak dapat berjalan lebih lancar,” katanya.
Baca juga: Kawan Gibran Sikka Beri Bantuan 100 Paket Sembako Bagi Warga yang terdampak Gempa Bumi Di Iligai
Pemerintah Kabupaten Sikka bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan unsur terkait lainnya terus melakukan penanganan darurat di wilayah terdampak gempa.