Aksi Kamisan Madiun: Mahasiswa Tagih Janji Reformasi, Desak Negara Tuntaskan Pelanggaran HAM Berat

Aksi yang berlangsung menjelang malam hari itu mengusung tema “Reformasi Telah Gagal, Saatnya Revolusi”. Tema tersebut menjadi refleksi sekaligus kritik terhadap kondisi demokrasi, penegakan hukum, dan perlindungan HAM yang menurut peserta aksi semakin menjauh dari semangat Reformasi 1998. Mereka menilai sejumlah agenda reformasi, termasuk penguatan supremasi sipil dan penghapusan praktik dwifungsi militer, mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir.

Pada akhir kegiatan, peserta membacakan pernyataan sikap yang memuat sejumlah tuntutan, antara lain menuntaskan seluruh kasus pelanggaran HAM berat secara transparan, mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan bagi korban, menolak impunitas bagi pelaku pelanggaran HAM, menjaga semangat Reformasi 1998 dan supremasi sipil, mengembalikan fungsi TNI dan Polri sesuai mandat konstitusi, serta menjamin ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi bagi seluruh warga negara.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa dan aktivis Kamisan Madiun menegaskan bahwa perjuangan menuntut keadilan bagi korban pelanggaran HAM tidak boleh berhenti, serta mengajak masyarakat untuk terus mengawal demokrasi agar cita-cita reformasi tetap terjaga.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru