Perubahan Pola Interaksi Sosial Akibat Dominasi Smartphone di Masyarakat

"Berdasarkan laporan DataReportal (2025), jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai lebih dari 190 juta orang. Kehadiran smartphone di tengah-tengah kehidupan masyarakat telah mengubah pola interaksi kehidupan masyarakat".
Penulis, Mahasiswa Semester IV Prodi Bahasa Inggris Unika Santo Paulus Ruteng.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM– Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa berbagai perubahan dalam kehidupan manusia. Salah satu teknologi yang paling berpengaruh adalah smartphone. Berdasarkan laporan DataReportal (2025), jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai lebih dari 190 juta orang. Kehadiran smartphone di tengah-tengah kehidupan masyarakat telah mengubah pola interaksi kehidupan masyarakat. Interaksi dasar manusia seperti berkumpul, berdialog, dan melakukan kegiatan bersama-sama mulai berkurang dan perlahan digantikan oleh dominasi penggunaan smartphone dalam kehidupan masyarakat.

Smartphone tidak hanya memberikan dampak yang positif tetapi juga memberikan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat. Kehadiran smartphone membantu masyarakat dalam mendapatkan sumber informasi, sebagai sumber hiburan, serta sebagai ruang untuk bekerja dan berkomunikasi dengan orang lain yang berada jauh dari jangkauan. Namun, dominasi penggunaan smartphone telah menjadikan pola interaksi dalam masyarakat menurun. Fenomena yang paling menunjukkan pengalihan pola interaksi dalam masyarakat dapat dilihat dari bagaimana interaksi berlangsung dalam kehidupan sehari-hari, seperti ketika seseorang mengabaikan orang yang berada di sekitarnya karena lebih fokus pada smartphone yang digunakannya. Kondisi ini membuat komunikasi secara tatap muka antara masyarakat semakin berkurang, yang menyebabkan hubungan sosial dalam kehidupan masyarakat menjadi kurang optimal.

Dominasi penggunaan smartphone juga dapat memengaruhi norma-norma sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat, seperti kurangnya empati, rasa kepedulian, serta kebiasaan mendengarkan orang lain. Interaksi yang berlangsung melalui smartphone dapat mengurangi ekspresi emosional yang biasanya muncul ketika interaksi tatap muka dilakukan secara langsung. Namun, di sisi lain, smartphone juga membantu masyarakat membangun jaringan komunikasi yang lebih luas, mempererat hubungan jarak jauh, serta mempermudah pertukaran informasi dalam berbagai bidang kehidupan. Meskipun demikian, kehadiran smartphone tetap mempunyai peran penting dalam kehidupan sehingga penggunaannya perlu dilakukan secara bijaksana.

Baca juga: Membangun Sekolah Ramah Anak untuk Mengatasi Maraknya Perundungan: Menyelamatkan Masa Depan Generasi Bangsa

Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran dan kebijaksanaan masyarakat dalam penggunaan smartphone supaya dapat menggunakan dan memanfaatkannya dengan baik tanpa menghilangkan norma-norma yang ada serta interaksi yang sudah sejak dahulu terjalin dalam kehidupan masyarakat. Dengan menggunakan smartphone sebagai sarana pendukung secara bijak, masyarakat tidak hanya dapat memanfaatkan teknologi untuk berbagai kebutuhan yang lebih luas, tetapi juga tetap mampu membangun dan mempertahankan hubungan sosial yang baik. Dengan demikian, kemajuan teknologi dan kualitas interaksi sosial dapat berjalan secara seimbang dalam kehidupan masyarakat.

 

Klik link ini untuk mendapatkan informasi terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.

Baca juga: Menjadi Ethical Gatekeeper: Menghidupkan Kembali Peran Guru di Era AI ala Ramir S. Austria

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru