Infrastruktur Masih Menjadi Tantangan
Di balik potensi besar sektor pariwisata, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam penyediaan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan menuju sejumlah destinasi. Beberapa kawasan wisata, termasuk jalur menuju Wae Rebo dan Liang Bua, masih membutuhkan peningkatan kualitas jalan agar wisatawan dapat berkunjung dengan lebih nyaman dan aman. Alo menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan kewenangan perangkat daerah teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sementara Dinas Pariwisata berperan memberikan data dan rekomendasi terkait kebutuhan infrastruktur berdasarkan potensi destinasi wisata. Menurutnya, kebutuhan wisatawan terhadap akses jalan umum berbeda dengan jalur trekking. Jalur pendakian atau trekking justru menjadi bagian dari pengalaman wisata yang banyak diminati karena menawarkan tantangan dan kedekatan dengan alam.
Wisata Berbasis Masyarakat Mulai Tumbuh
Selain destinasi yang dikembangkan pemerintah, sejumlah objek wisata di Manggarai juga tumbuh melalui inisiatif masyarakat. Salah satunya adalah kawasan wisata lodok di Cancar yang dikelola secara mandiri oleh keluarga setempat selama lebih dari satu dekade. Destinasi yang menawarkan pemandangan sawah berbentuk laba-laba tersebut dikembangkan secara bertahap di atas lahan pribadi. Pengelola tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap kehidupan sosial masyarakat sekitar, termasuk mendukung kegiatan adat dan pembangunan kampung.
Kehadiran wisatawan juga membuka peluang bagi generasi muda lokal. Sebagian dari mereka terlibat sebagai pemandu wisata dan memperoleh pengalaman berinteraksi langsung dengan wisatawan mancanegara, termasuk meningkatkan kemampuan bahasa asing. Namun, pengelolaan wisata berbasis masyarakat masih menghadapi tantangan berupa pola kunjungan wisatawan yang bersifat musiman. Jumlah wisatawan biasanya meningkat pada periode Juni hingga November, sementara musim hujan menjadi masa penurunan kunjungan.
Pariwisata Mulai Dorong Ekonomi Lokal
Pemerintah Kabupaten Manggarai menilai perkembangan sektor pariwisata mulai memberikan dampak nyata terhadap ekonomi masyarakat. Wisatawan yang datang tidak hanya mengunjungi destinasi, tetapi juga membelanjakan uang untuk berbagai kebutuhan seperti makanan, penginapan, transportasi, hingga jasa lokal. Aktivitas tersebut ikut menggerakkan sektor kuliner, akomodasi, dan usaha kecil masyarakat. Dari sisi penerimaan daerah, sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif. Realisasi target PAD yang dikelola Dinas Pariwisata setiap tahun disebut konsisten mencapai lebih dari 90 persen. Dengan pengembangan destinasi baru, penguatan promosi digital, serta dukungan pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Manggarai optimistis pariwisata dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam mengubah wajah ekonomi daerah.