Launching 25 Tahun Seminari BSB Maumere, Mgr. Ewald Tegaskan Pentingnya Menghidupi Iman dan Bertumbuh Menjadi Manusia Utuh

“Seminari hendaknya menjadi tempat di mana para seminaris tidak hanya diajarkan pandai mengajarkan iman tetapi juga menghidupi iman,”
Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr., memberikan sambutan dalam acara Lounching 25 Tahun Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa Maumere.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM– Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere resmi meluncurkan (launching) pembukaan perayaan menyongsong usianya yang 25 tahun, Minggu, (11/5/26). Kegiatan ini diawali dengan perayaan ekaristi yang dipimpin Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, didampingi empat belas imam.

Perayaan yang menandakan pembukaan berbagai perhelatan akbar menyongsong 25 tahun lembaga ini mengusung tema, “Berakar dalam Iman, Dibaharui oleh Kasih, Bercahaya di Tengah Pengharapan”.

Mgr. Ewald dalam khotbahnya menegaskan pentingnya menghidupi iman di tengah tantangan dunia dewasa ini. “Seminari hendaknya menjadi tempat di mana para seminaris tidak hanya diajarkan pandai mengajarkan iman tetapi juga menghidupi iman,” ungkapnya. Iman, baginya, tidak soal kata-kata indah tetapi kesaksian hidup yang nyata.

Baca juga: Respons Cepat Polres TTU Gagalkan Potensi Tawuran Pelajar di Meubeli

Kesaksian ini, lanjut Mgr. Ewald, menjadi tugas bersama semua pihak. “Baik para seminaris maupun para formator, menghidupi iman adalah tantangan semua kita dewasa ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Mgr. Ewald juga berpesan agar seminari menjadi lembaga persemaian benih panggilan. “Seminari ini tidak saja menjadi tempat orang belajar menjadi imam tetapi juga tempat orang bertumbuh menjadi manusia yang utuh,” ungkapnya.

Keseimbangan hidup dalam aspek-aspek formasi, lanjutnya, adalah fokus pendidikan imam masa kini. Ketangguhan spiritual, akademik, dan mental bagi Mgr. Ewald merupakan bagian yang tak terpisahkan.

Baca juga: PADMA Indonesia Kecam Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende, Sebut Sebagai Pelanggaran Berat HAM

Sebagai Lembaga yang bernaung di bawah Bunda Segala Bangsa, Mgr. Ewald juga mengharapkan perwujudan keutamaan-keutamaan Maria dalam proses formasi. “Lembaga ini hendaknya membentuk para seminaris agar tidak menjadi pusat perhatian melainkan alat Roh Kudus,” pungkasnya.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru