Terkendala Regulasi Perlindungan Anak
Terkait tuntutan keluarga agar pelaku dijatuhi hukuman maksimal, Kajari menjelaskan bahwa jaksa tetap terikat pada regulasi hukum positif, khususnya aturan perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum.
Menurutnya, ada batasan-batasan normatif yang harus dipatuhi dalam proses penuntutan terhadap pelaku di bawah umur.
Meski demikian, Kejaksaan memastikan seluruh proses hukum akan dilakukan secara maksimal berdasarkan alat bukti dan fakta persidangan.
Digital Forensik Jadi Sorotan
Dalam audiensi tersebut, isu digital forensik juga menjadi perhatian utama keluarga korban. Mereka menilai bukti digital sangat penting untuk membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain maupun mengungkap motif sebenarnya.
Menanggapi hal itu, Kajari Sikka mengakui pentingnya digital forensik dalam pengungkapan perkara modern. Namun, ia menjelaskan bahwa kewenangan menghadirkan dan melakukan pendalaman digital forensik berada pada institusi lain dalam proses penyidikan.
“Kami sepakat digital forensik itu penting, tetapi kewenangan menghadirkannya bukan berada pada Kejaksaan,” jelasnya.
Massa Kawal Hingga Persidangan Tuntas
Usai melakukan audiensi di Kejaksaan Negeri Sikka, massa aksi kemudian bergerak menuju Pengadilan Negeri Maumere secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Keluarga korban menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal jalannya persidangan hingga seluruh fakta terungkap secara terang-benderang. Mereka juga berharap tidak ada pihak lain yang lolos dari proses hukum apabila terbukti terlibat dalam kasus kematian Stevania Trisanti Noni.
Bagi keluarga dan Forum 10 Suku, perjuangan mereka bukan sekadar mencari hukuman bagi pelaku, tetapi memastikan keadilan benar-benar ditegakkan tanpa menyisakan misteri di balik kematian korban.
