Di sanalah doamu berangkat
tak bersuara keras
namun penuh dengan harap yang tak pernah habis.
Kau sebut satu per satu dalam ingatan
mereka yang kau ajar
mereka yang mungkin tak pernah tahu
betapa sering namanya kau bawa
dalam percakapan sunyi dengan Tuhan.
Kau titipkan masa depan mereka
pada tangan yang lebih kuat dari segala rencana
pada kasih yang mampu menjangkau
apa yang tak sanggup kau capai sendiri.
Doamu sederhana,namun dalam
agar mereka tidak kehilangan arah
agar mereka menemukan jalan
meski tanpa kehadiranmu kelak.
Dan untuk dirimu sendiri
kau tak meminta banyak
cukup kekuatan untuk bertahan
cukup hati yang tetap setia
cukup iman yang tak mudah goyah.
Sebab kau tahu
di balik segala usaha yang terbatas
ada doa yang bekerja diam-diam
menyempurnakan apa yang kau mulai.
Maka kau pun pulang
membawa sisa tenaga dan keyakinan bahwa esok hari
di antara papan tulis dan bangku-bangku itu
Tuhan masih akan bekerja
melalui dirimu yang sederhana.