ANTOLOGI PUISI ||MARTIN MELI||

Penulis: Martin Meli

Buku-buku kau beli dari sisa yang tak seberapa
tenaga kau beri tanpa hitung
waktu kau serahkan
bahkan saat dunia tak meminta sebanyak itu darimu.

Pengorbananmu bukan cerita yang ramai dibicarakan
ia hidup dalam diam
di sela-sela hari yang berjalan biasa saja.

Namun dari yang biasa itulah
kau membangun sesuatu yang luar biasa
masa depan yang berdiri
di atas apa yang kau relakan hari ini.

KETULUSAN

Di antara papan tulis dan deret bangku yang sunyi
ketulusanmu tumbuh tanpa suara.
Ia tidak mencari tepuk tangan
tidak menunggu balasan
tidak pula meminta untuk dipahami sepenuhnya.

Kau mengajar dengan hati yang terbuka
menerima setiap anak
dengan segala kurang dan lebihnya.
Bahkan ketika mereka lupa menghargai
kau tetap memilih untuk mengerti.

Amarah yang datang kau jinakkan
kecewa yang singgah kau peluk diam-diam.
Sebab kau tahu
menjadi guru bukan hanya tentang ilmu
tetapi tentang hati yang rela dilukai
tanpa berhenti mencintai.

Halaman: 123456789

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru