Kau menanam di ladang yang tak pasti
menyiram benih-benih masa depan
dengan sabar yang tak pernah diberi upah sepadan.
Meski hasilnya mungkin tak kau petik
kau tetap percaya
suatu hari dunia akan berdiri
di atas kerja sunyi yang kau mulai hari ini.
Di balik papan tulis itu
kau bukan hanya guru
kau adalah waktu yang mengajar kehidupan
untuk tidak menyerah.
PENGORBANAN
Pagi datang sebelum matahari benar-benar terjaga
dan kau sudah lebih dulu berangkat
meninggalkan rumah yang belum sempat
kau nikmati sepenuhnya.
Di jalan yang panjang dan berdebu
kau menukar waktu dengan jarak
menukar kenyamanan dengan kewajiban
yang tak pernah selesai dihitung.
Gajimu tak selalu cukup
untuk segala kebutuhan yang kian meninggi
namun kau tetap datang
dengan wajah yang berusaha utuh.
Kau simpan lelah di balik senyum
kau sembunyikan resah di balik kata-kata yang menguatkan.
Sementara di rumah ada kebutuhan yang harus menunggu
ada keinginan yang kau tunda diam-diam.