Ketika jabatan lebih dipandang sebagai panggung daripada amanah, maka yang hilang bukan hanya kualitas kepemimpinan, tetapi juga kepercayaan publik.
Pada akhirnya, sejarah tidak mencatat siapa yang paling sering tampil, tetapi siapa yang paling memberi makna. Dan dalam ukuran itu, kepemimpinan sejati akan selalu melampaui sekadar konten.
Klik Link Ini Untuk Dapatkan Opini Terbaru Hanya di PerspektifNusantara.com
