Renungan Harian Katolik 28 April 2026: Yesus: Pemberi Hidup Kekal Bagi Domba-Nya

Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Hidup kekal bukan status, melainkan relasi yang nyata dengan Sang Gembala Agung. Ada tiga syarat yang mengikat kita kepada-Nya: Pertama: Percaya kepada-Nya.

Percaya bukan sekadar tahu Yesus ada, melainkan menyerahkan seluruh hidup kepada-Nya. Iman sejati harus berbuah nyata: doa yang hidup, ibadat yang lahir dari kerinduan, dan Ekaristi yang dihidupi dalam kata dan perbuatan. Percaya tidak berhenti di Altar Gereja atau Kapela, tetapi harus mewujud dalam KASIH dan kesaksian sehari-hari.

Kedua Mendengarkan Suara-Nya: Domba sejati mengenali suara Gembala. Kita mendengar-Nya lewat Kitab Suci, merenungkan firman, dan melaksanakan ajaran dan perintah-Nya.

Mendengar bukan sekadar kewajiban, melainkan percakapan KASIH yang menuntun pada ketaatan: mengampuni, melayani, berdamai. Suara-Nya lembut namun tegas, selalu menuntun pada tindakan benar.

Ketiga Mengikuti Sang Gembala: Percaya dan mendengar suara-Nya, harus berujung pada langkah nyata: menyangkal diri dan memikul salib.

Salib Kristus adalah penderitaan demi KASIH dan kebenaran, bukan akibat kebodohan atau kesalahan sendiri. Ukurannya jelas: rela berkorban demi orang lain, memilih mengampuni daripada membenci, memberi daripada menimbun, diam daripada membalas.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, hidup kekal bukan janji yang baru dimulai setelah mati, melainkan perjalanan yang dimulai sekarang, saat kita percaya, mendengar dan mengikuti Yesus.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru