Ia menggenggam kita dalam tangan-Nya yang ditembus paku, dan tidak ada kuasa yang dapat merebut kita kecuali kita sendiri yang memilih menjauh.
Maka, jangan bertanya, “Apakah saya sudah diselamatkan?” Lebih baik bertanya: “Apakah saya sungguh percaya dan berbuah?” “Apakah saya masih mendengar suara-Nya?” “Apakah langkah saya mengikuti jejak-Nya?” Hari ini, Sang Gembala Agung kembali berseru: “Ikutilah Aku. Aku memberimu hidup, sekarang, dan untuk selama-lamanya.”
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah iman saya sungguh berbuah nyata dalam doa, ibadat, Ekaristi, dan tindakan KASIH sehari-hari, atau masih berhenti di Altar gereja atau Kapela saja?
2. Sejauh mana saya menyediakan waktu untuk mendengarkan suara Sang Gembala melalui Sabda-Nya, dan apakah saya sungguh menaati perintah-Nya dalam kehidupan nyata?
3. Apakah saya berani menyangkal diri dan memikul salib Kristus dengan rela berkorban demi orang lain, atau justru sering menderita karena kelemahan dan kebodohan sendiri?
Selamat berefleksi
Doa Singkat
Tuhan Yesus, Gembala yang baik, ajarilah kami untuk sungguh percaya kepada-Mu, mendengarkan suara-Mu melalui Sabda, dan mengikuti jejak-Mu dengan menyangkal diri serta memikul salib.
Kuatkan kami agar iman kami berbuah dalam doa, ibadat, ekaristi, dan KASIH nyata setiap hari.
