Bacaan dan Renungan Harian, Jumat 24 April 2025

NARUK SANTO: Flyer Renungan Harian

Kebersatuan dengan Tuhan tidak semudah membalikkan telapak tangan melainkan perjalanan penuh misteri.
Pada dasarnya kedua bacaan yang kita dengarkan pada hari ini pada satu sisi sedang menegaskan satu hal, yakni kebersatuan dengan Tuhan.
Pada bacaan pertama, kita melihat bagaimana proses atau alur kehidupan yang dilalui oleh seorang Saulus sebelum bersatu di dalam Tuhan. Sebuah perjalannan yang penuh misteri. Ada satu hal yang luar biasa, bahwa cara kerja Tuhan melampaui batas kemampuan manusia.Seorang Saulus yang terkenal karena tindakan kejamnya, dalam Waktu yang bisa dihitung, bertobat dan kemudian bersatu dengan Tuhan.
Kemudian pada bacaan Injil, Yohanes sebagai Sang Pembuka Jalan, menampilkan bagaimana Yesus mengajarkan proses atau alur kebersatuan dengan-Nya. Kata Yesus, “barangsiapa makan dagingku dan minum darahku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia”. Makan dan minum tidak dapat dipahami secara harafiah. Makan dan minum yang dikehendaki Yesus adalah suatu keadaan menerima roh yang bekerja di dalam hati dan jiwa. Hal ini mendorong kita untuk melihat Kembali kisah Saulus tadi pada bacaan pertama. Tindakan yang dilaui Saulus untuk Bersatu di dalam Yesus adalah menerima Roh Kudus dengan hati terbuka. Keterbukaan hati untuk menerima Roh Kudus menjadikan Saulus menjadi manusia baru dari seorang penjahat menjadi seoarang yang kudus. Kita melihat prosesnya atau alur kehidupan Saulus dengan jelas. Kejam, tiba-tiba buta, kemudian bertobat. Pelajaran berharga dapat kita perolah alur kehidupan Saulus. Kejam menunjukkan watak manusia. Buta, menunjukkan pengosongan diri secara total. Melihat Kembali adalah kebersatuan dengan Tuhan.
Apa yang dituntut dari kita untuk E dengan Tuhan atau ‘makan dan minum tubuh dan darahnya ? Hanya dua jawabannya. Pertama, Keterbukaan hati menerima roh dan merelahkan roh bekerja di dalam hati dan jiwa. Kedua, Berubah.

DID YOU KNOW !

-kalau kau punya hati, harusnya kau bisa berubah.
-Kau bilang sudah berubah tapi masih betah dengan luka lama,nih. Tuhan e.
-Kalau kau tidak bisa bertobat di depan saya setidaknya kau bisa berlutut di depan Tuhan
-Saulus su jadi Paulus ni, masa kau ular terus.
-Kalau cinta su perlahan hilang, kembalilah ke “Kapernaum” tempat dimana cinta pertama kali mendapat tempat.

 

Klik link ini untuk berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru