ANTOLOGI PUISI 1 ||Martin Meli||

Penulis: Martin Meli

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM. – Pembaca yang budiman. Tidak semua jalan dipenuhi tepuk tangan. Ada langkah yang ditempuh dalam kesunyian. Itulah kelahiran puisi.

Ia lahir dalam sunyi-menyendiri yang pada akhirnya berisik di kepala pembaca.

Itulah yang akan terjadi ketika kita membaca dengan saksama puisi karya Martin Meli. 

Baca juga: Identitas Pastor di NTT yang Diduga Digerebek Warga saat Berduaan Bersama Perempuan dalam Rumah

 

 

PUTIH PENGABDIAN

 

Baca juga: Doa yang Tak Sampai

Jubah putih itu tidak hadir dari kemudahan
Ia tumbuh dari sunyi yang panjang
Ada malam-malam penuh pergulatan
Dan hati yang belajar taat dalam keterbatasan

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru