Antologi Puisi || Erwin Pitang||

Penulis: Erwin Pitang

PERSPEKTIFNUSANTARA.COMPembaca yang budiman. Setiap hal sederhana yang dijalankan oleh seseorang dapat menjadi pengalaman menarik apabila dimaknai secara mendalam. Setiap pengalaman selalu mempunyai kesan apabila dihayati dengan baik. Setiap pengalaman hanya akan menjadi kenangan manis apabila diabadikan melalui tulisan. Setiap pengalaman yang diabadikan dalam tulisan akan menjadikan penulisnya ‘hidup seribu tahun lagi’ .

Puisi berikut merupakan karya yang dilahirkan oleh pengalaman-pengalaman sederhana, dibahasakan lebih menarik dan dihidangkan dengan dengan tulus. Selamat menikmati.

 

Baca juga: Wawasan Hukum Nusantara Gelar Kelas Online “Bankruptcy Law” untuk Mahasiswa LLB Semester II

Pagi

Kita minum dari cangkir kopi yang sama
Bersama pagi di beranda rumah
Tempat kita menulis cerita yang telah kita sebut sebagai kenang yang berujung angan

Kurasakan manisnya kopi diawal seduhannya
Akhir seduhnya pahit menulis kisahnya sendiri
Pada bibir yang jujur
Tentang larutnya kepulmu yang menghitam mengendap didasar kopi yang nanti dibuang

Baca juga: ANTOLOGI PUISI ||MARTIN MELI||

Tak apa
Telah kita teruskan
Semuanya
Untuk kenang yang tertulis
Dan kopi yang menceritakannya
Serta pagi yang menyimpannya
Dan kamu yang ditulisnya

Halaman: 12345

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru