Aliansi Masyarakat Perantauan Iantena Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Sikka

kelompok Aliansi Masyarakat Perantauan Iantena yang tergabung dalam group Megu Mo’ong Iantena terus melakukan aksi sosial terhadap korban yang berdampak angin puting beliung pada 10 Maret 2026 lalu di Dusun Dobo, RT 01 Rw 01 dan RT 02 Rw 01, Desa Iantena Kecamatan kewapante, Kabupaten Sikka.

Hal ini diakibatkan rumah-rumah tersebut benar-benar tidak dapat digunakan lagi sekalipun hanya untuk sekedar beristirahat .

“Kebetulan rumah kami sangat berdekatan sehingga kami panggil untuk tidur disini. Tapi ada juga yang menginap di tempat lain, di rumah keluarga dekatnya,” tutur salah seorang pemuda kepada media.

Kejadian yang menimpah beberapa warga ini sudah ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah desa dan sudah ditangin secara struktural oleh pihak-pihak berwenang seperti Dinas Sosial dan BPBD. Bantuan sosial sudah diberikan. Rumah-rumah terdampak perlahan dibangun.

Salurkan Bantuan

“Meskipun sudah ditangani oleh pemerintah tetapi kami merasa punya hati untuk membantu mereka dan kami yang tergabung dalam grup Megu Mo’ong akan terus memantau dari jauh dinamika sosial yang terjadi di Iantena secara khusus dan apabila ada ha-hal yang perlu dibantu, akan kami bantu dan semoga sumbangan yang diberikan dapat digunakan dengan baik. Kami juga meminta maaf, baru bisa memberikan sedikit untuk bapak mama sekalian,” tambah ketua group Megu Mo’ong Iantena tersebut dalam wawancara singkat via telefon.

Distribusi sumbangan tahap kedua ini dilaksanakan oleh kelompok Pemuda Peduli Iantena yang dikoordinasi oleh Mauritsius Moat Pitang dan Maria Da Enci.

Ditemukan di sela-sela pendistribusian sumbangan, Maria Da Enci bertutur bahwa distribusi sumbangan berasaskan prinsip keadilan bahwa keadilan bukan tentang jumlah atau besaran yang sama tetapi sesuai dengan kebutuhan korban. Di sisi lain Mauritsius Moat Pitang melihat kepedulian para perantau ini bak ‘emas murni jatuh di gubuk tua Iantena’.

“Ini merupakan niat besar untuk orang-orang kecil. Ibarat emas murni tana rantau jatuh di tengah-tengah gubuk tua Iantena,” ungkapnya.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru