PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA — Di bawah ancaman gempa susulan yang masih kerap menggetarkan tanah flores, puluhan siswa SDN Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, terpaksa menerima keadaan. Teras sekolah kini menjadi satu-satunya tempat aman bagi mereka untuk menimba ilmu, setelah ruang kelas utama tak lagi bersahabat akibat fondasi yang retak parah.
Retakan panjang menembus fondasi yang menghubungkan bangunan utama dengan teras. Kondisi rawan ini memaksa pihak sekolah mengambil keputusan sulit yaitu memindahkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke luar ruangan demi menghindari resiko yang sewaktu-waktu bisa menimpa peserta didik.
Kepala SDN Hepang, Paulus Arabaha, menegaskan bahwa keselamatan siswa dan guru kini berada di ujung tanduk jika tidak ada tindakan cepat dari pemerintah daerah.
Baca juga: Seribu Lilin dari OMK Paroki Ritawolo dan Cinta yang Tidak Pernah Padam
“Harapan kami semoga ada dinas terkait yang memperhatikan kami juga. Jangan sampai sekolah lain diperhatikan, sementara kami di SDN Hepang tidak mendapat perhatian,” kata Paulus penuh harap.
Paulus mendesak Pemkab Sikka dan dinas terkait untuk tidak sekadar duduk di balik meja menerima laporan, tetapi turun langsung menguji kelayakan fisik bangunan sekolah mereka.
Tenda Darurat dan Krisis Air Bersih
Kondisi di lapangan kian memprihatinkan. Tanpa naungan yang memadai, para siswa yang belajar di teras harus bertaruh dengan sengatan panas dan guyuran hujan. Mewakili para guru, Dino Lewar mengungkapkan bahwa kebutuhan bantuan darurat seperti tenda atau terpal sudah sangat mendesak.
Namun, penderitaan SDN Hepang tidak berhenti pada ancaman gempa dan bangunan retak. Sekolah ini juga terjerat krisis air bersih karena belum memiliki fasilitas penampungan yang layak.
