PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, LEMBATA – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Senin, 7 September 2026 sore.
Erupsi terjadi pada pukul 16.40 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak, atau mencapai kurang lebih 2.123 meter di atas permukaan laut.
KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok dalam siaran resminya di media sosial menyampaikan bahwa kolom abu erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan teramati condong ke arah barat laut.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 55 detik. Letusan juga disertai suara dentuman sedang. Saat ini, Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Status Level II (Waspada).
Masyarakat di sekitar gunung, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, diminta tidak memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok.
Baca juga: WHN Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Gempa Flores di Sikka dan Manggarai Timur
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut.
