Kodim 1603/Sikka Perkuat Penanganan Pascabencana, Tenda Darurat Didirikan di Permukiman Warga Keso Koja

Pendirian tenda darurat di Desa Keso Koja menjadi bagian dari langkah tanggap Kodim 1603/Sikka dalam mendukung penanganan dampak bencana di wilayah Palue. Kondisi medan yang tidak mudah serta keterbatasan sarana tidak menyurutkan semangat personel untuk mendekatkan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA, — Personel Kodim 1603/Sikka terus memperkuat upaya penanganan pascabencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Sikka. Salah satu bentuk dukungan nyata dilakukan dengan mendirikan tenda darurat bagi warga terdampak di Desa Keso Koja, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Rabu (19/8/2026).

Pendirian tenda tersebut menjadi langkah cepat TNI dalam membantu menyediakan tempat perlindungan sementara bagi masyarakat, terutama warga yang rumahnya mengalami dampak bencana dan belum dapat digunakan secara optimal.

Di lokasi, personel Kodim 1603/Sikka bekerja bersama masyarakat mulai dari menyiapkan titik pemasangan, mengangkut perlengkapan hingga mendirikan tenda di sekitar permukiman warga. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan perlindungan sementara, tetapi juga memberikan rasa aman dan dukungan moril kepada warga yang sedang menghadapi situasi sulit pascabencana.

Baca juga: Bupati Juventus: Dukungan Kemensos dan Alat Berat Dukung Percepatan Penanganan Gempa di Sikka

Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, S.Sos., M.Han., menegaskan bahwa jajaran Kodim akan terus hadir membantu masyarakat terdampak sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Kami akan terus bergerak membantu masyarakat terdampak bencana. Setiap kebutuhan di lapangan akan kami koordinasikan dan upayakan untuk dapat ditangani bersama, sehingga masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” ujar Dandim.

Pendirian tenda darurat di Desa Keso Koja menjadi bagian dari langkah tanggap Kodim 1603/Sikka dalam mendukung penanganan dampak bencana di wilayah Palue. Kondisi medan yang tidak mudah serta keterbatasan sarana tidak menyurutkan semangat personel untuk mendekatkan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat.

Baca juga: Penyidik Ubah Frasa Pasal Kasus Penganiayaan dan Pengancaman Perempuan Lansia, GMNI Desak Kapolres Flores Timur Copot Penyidik

Kehadiran prajurit di lokasi bencana diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan sementara warga terpenuhi. Lebih dari itu, keterlibatan TNI bersama masyarakat menjadi simbol bahwa penanganan pascabencana dilakukan secara gotong royong, berkelanjutan, dan mengutamakan keselamatan warga.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru