PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, DILI, TIMOR LESTE — Atmosfer duka mendalam menyelimuti seantero bumi Lorosae. Mantan Presiden Republik Demokratik Timor Leste periode 2017–2022, Francisco Guterres yang lebih dikenal dengan nama gerilya “Lu Olo”, dinyatakan meninggal dunia pada usia 71 tahun di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (21/6/2026) waktu setempat. Tokoh kunci pembebasan nasional dan Ketua Umum aktif Partai Frente Revolucionária do Timor-Leste Independente (Fretilin) ini menghembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan medis intensif.
Pernyataan Resmi Pihak Keluarga
Kabar berpulangnya sang mantan presiden dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui nota resmi berbahasa Portugis yang dirilis di saluran komunikasi digital publik. Keluarga menyatakan rasa kehilangan yang teramat besar bagi seluruh elemen bangsa.
Baca juga: Koalisi BANGSA MUDA Soroti Dominasi Asing di Sektor Strategis, Tuntut Penegakan Pasal 33
“A sua partida representa uma perda para a sua esposa, filhos e toda a família, para a Fretilin, para os seus companheiros de luta e para todos os que partilharam com ele o sonho e a construção de um Timor-Leste livre, democrático e soberano”.
“Kematian beliau merupakan kehilangan besar bagi keluarga, bagi Frente Revolucionária do Timor-Leste Independente (Fretilin)—partai yang dipimpinnya selama bertahun-tahun—serta bagi semua orang yang mendedikasikan hidupnya bersama beliau dalam perjuangan kemerdekaan dan konsolidasian demokrasi di negara ini,” tulis pernyataan tertulis pihak keluarga pada Minggu malam. Pihak keluarga juga secara khusus mengimbau publik untuk memberikan ruang privasi di masa berkabung ini.
Penghormatan Internasional dan Otoritas Terpilih
Ungkapan belasungkawa resmi mengalir cepat dari berbagai kepala negara sahabat. Mengutip laporan kantor berita internasional _Lusa Portugal_ dan rilis resmi _Presidência da República Portuguesa_, para pemimpin dunia sepakat menyebut Lu Olo sebagai figur pemersatu.