Menembus Batas Misi: Perjalanan Panggilan Diakon Yohan Rudin, SVD dari Flores hingga Afrika

Moto tahbisannya, “Percayalah kepada terang itu” (Yohanes 12:36), mencerminkan arah spiritualitas hidupnya. Moto tersebut mengandung pesan mendalam tentang iman, harapan, dan keberanian untuk berjalan bersama terang Kristus di tengah dunia yang sering diliputi ketidakpastian dan tantangan zaman.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere — Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero akan menjadi saksi lahirnya para pelayan Gereja yang siap diutus ke tengah dunia. Pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang, Frater Yohanes Rudin, SVD bersama rekan-rekannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Tahbisan diakon tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan panjang hidup membiara yang telah ditempuh dengan penuh kesetiaan, pengorbanan, dan semangat misioner. Bagi Frater Yohan Rudin, tahbisan bukan sekadar seremoni Gereja, melainkan jawaban iman atas panggilan Tuhan yang terus bertumbuh sejak masa muda.

Frater yang akrab disapa Fr. Yohan ini memiliki nama lengkap Fr. Rudin, Yohanes, SVD. Ia lahir di Wae Warang pada 29 Desember 1994 dan berasal dari Paroki St. Yosef Pekerja Lengkong Cepang, Keuskupan Labuan Bajo.

Baca juga: Idul Adha 1447 H Jadi Momentum Kebangkitan Persaudaraan, WHN Ajak Rakyat Indonesia Perkuat Solidaritas Sosial

Moto tahbisannya, “Percayalah kepada terang itu” (Yohanes 12:36), mencerminkan arah spiritualitas hidupnya. Moto tersebut mengandung pesan mendalam tentang iman, harapan, dan keberanian untuk berjalan bersama terang Kristus di tengah dunia yang sering diliputi ketidakpastian dan tantangan zaman.

Perjalanan pendidikan Frater Yohan dimulai di SDK Kaca pada tahun 2002 hingga 2008. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPK St. Klaus Werang dan kemudian di SMAK St. Klaus Werang. Lingkungan pendidikan yang kuat dalam nilai disiplin dan pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan panggilan hidupnya.

Pada tahun 2015, Frater Yohan memulai tahap awal formasi religius di Postulat St. Arnoldus Janssen Boanio. Dari tempat itulah ia mulai menjalani kehidupan sebagai calon misionaris Serikat Sabda Allah (SVD), kongregasi religius yang dikenal dengan semangat pewartaan lintas bangsa dan budaya.

Baca juga: KETIKA ROH KUDUS MENJANGKAU LERENG-LERENG SUNYI (Refleksi Pastoral atas Perayaan Pentakosta di Stasi Golo Wunis dan Watu Paci)

Perjalanan pembinaan kemudian berlanjut di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua, pada tahun 2016 hingga 2018. Dalam masa novisiat, Frater Yohan dibentuk untuk semakin mengenal spiritualitas hidup religius, mendalami kehidupan doa, serta membangun kesiapan untuk melayani Gereja dan masyarakat.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ikut kami:

Terpopuler