Brigita Dona Lebao, Perempuan Pertama Pembawa Orasi Ilmiah dalam Sejarah IFTK Ledalero
Euforia akademik yang berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Auditorius St. Thomas Aquinas Ledalero menjadi sorotan publik. Hal ini tidak terletak pada perayaan yang santun melainkan pada sosok mahasiswa yang bernama Brigita Dona Lebao. Mahasiswa Angkatan pertama program studi Kewirausahaan. Apa yang membuatnya menjadi lebih terpikat ketimbang perayaan monumental lainnya? Hadir dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda IFTK Ledalero, Brigita Dona Lebao dipercayakan menjadi pembawa orasi ilmiah mewakili 357 mahasiswa dari 5 program studi sarjana dan magister. Inilah letak keistimewaanya. Kepercayaan membawakan orasi ilmiah tidak sekedar merupakan sebuah tradisi akademis yang diwariskan secara turun-temurun. Penampilan Brigita Dona Lebao dalam perayaan wisuda menjadikan dirinya sebagai mahasiswa perempuan pertama dalam sejarah IFTK ledalero yang membawakan Orasi Ilmiah . Hal ini menjadi catatan sejarah yang akan disimpan rapih dalam buku sejarah IFTK Ledalero.
“Dona Lebao adalah mahasiswa perempuan pertama dalam sejarah IFTK Ledalero yang membawakan Orasi Ilmiah” Ujar Prof.Dr. Otto Gusti N. Madung, Rektor IFTK Ledalero.
Sejarah IFTK mencatat bahwa Orasi Ilmiah selalu dibawakan oleh mahasiswa dengan status frater yang notabena bergendre maskulin (pria). Kesempatan bersejarah ini menjadi kebanggaan bagi Brigita Dona Lebao. Mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata yang berdomisili di Kelurahan Madawat Kecamatan Alok ini mengaku bangga dan berterima kasih kepada IFTK Ledalero yang tidak hanya menjadi Lembaga ilmu tetapi juga rumah yang memberikan ruang tumbuh untuk menemukan potensi diri.
“Selama 4 tahun berkuliah, IFTK ledalero IFTK Ledalero tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu tetapi menjadi ruang untuk tumbuh dan menemukan potensi diri” Ujar Dona.
Brigita Dona Lebao adalah mahasiswa yang aktif dalam Satgas PPKPT, Pengurus HMPS Kewirausahaan dan Kampus Ministry. Pada tahun 2024 ia bersama teman-temannya membuat sebuah project dan lolos P2MW dan mewakili kampus dalam Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) di Universitas Halu Oleo,Kendari. Dengan demikian, membawakan orasi ilmiah adalah keputusan dan pilihan yang tepat. Kesempatan membawakan orasi ilmiah juga menjadi kesempatan berharga baginya. Bhawasannya ini menjadi kesempatan pertama seorang mahasiswa perempuan yang berdiri dihadapan para pejabat tinggi persekolahan dan mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan akademik.