“Saya merasa ini menjadi kesempatan berharga karena IFTK Ledalero ternyata tidak memandang latar belakang dan gender untuk menyampaikan gagasan di hadapan publik” tambah Dona.
Dona Lebao mengaku kaget dan tidak percaya ketika namanya akan disebut dan dicatat di dalam buku sejarah IFTK Ledalero. Dihubungi media ini, Dona menerangkan bahwa dirinya tidak menduga menjadi perempuan pertama dalam sejarah IFTK Ledalero yang membawakan orasi ilmiah
“Menjadi mahasiswa perempuan pertama ? Saya tidak membayangkan itu. Saya sempat kaget ketika dihubungi media. Saya berpikir sudah pernah ada mahasiswa perempuan yang sebelumnya pernah membawakan Orasi Ilmiah” tambah Dona.
Dona Lebao mengasosiasikan kebahagiaan atas kesempatan bersejarah tersebut dalam ucapan syukur dan terima kasih. Kesempatan yang diperolah oleh Brigita Dona Lebao mengimplisitkan bahwa IFTK Ledalero telah bertrasformasi menjadi Lembaga ilmu yang tidak menfokuskan diri pada pendidikan calon imam tetapi lebih daripada itu telah berbasis universal. Kesepatan tersebut juga menjadi bentuk pengakuan atas prinsip egaliter atau kesetaraan yang dianut di IFTK Ledalero.
Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.