Menjelang Tahbisan Diakon 2026: Jejak Panggilan dan Pengabdian Diakon Enti Daga, SVD

Mengusung moto panggilan “Aku percaya, Tuhan” (Yohanes 9:38), Frater Enti Daga memperlihatkan perjalanan iman yang lahir dari keyakinan mendalam kepada Tuhan. Moto tersebut menjadi cerminan spiritualitas seorang calon pelayan Gereja yang menaruh seluruh hidupnya dalam penyelenggaraan Ilahi.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere — Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero kembali menjadi saksi lahirnya para pelayan Gereja yang siap mengabdikan hidup bagi umat dan kemanusiaan. Salah satu calon diakon yang akan menerima tahbisan diakon pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang ialah Diakon Enti Daga, SVD, seorang frater muda asal Keuskupan Agung Ende yang dikenal sederhana, tekun, dan penuh semangat pelayanan.

Momentum tahbisan diakon bukan sekadar seremoni liturgi, melainkan sebuah peneguhan panggilan untuk melayani Tuhan dan sesama. Dalam tradisi Gereja Katolik, tahbisan diakon menjadi tahap penting menuju imamat, sekaligus tanda kesiapan seseorang untuk hidup dalam pelayanan, pewartaan Injil, dan karya kasih.

Mengusung moto panggilan “Aku percaya, Tuhan” (Yohanes 9:38), Frater Enti Daga memperlihatkan perjalanan iman yang lahir dari keyakinan mendalam kepada Tuhan. Moto tersebut menjadi cerminan spiritualitas seorang calon pelayan Gereja yang menaruh seluruh hidupnya dalam penyelenggaraan Ilahi.

Baca juga: Idul Adha 1447 H Jadi Momentum Kebangkitan Persaudaraan, WHN Ajak Rakyat Indonesia Perkuat Solidaritas Sosial

Lahir di Oka pada 19 Mei 1998, Frater yang akrab disapa Fr. Enti ini berasal dari Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, Keuskupan Agung Ende. Sejak kecil, ia telah tumbuh dalam lingkungan keluarga dan komunitas yang menanamkan nilai iman, disiplin, dan pengabdian.

Perjalanan pendidikannya dimulai di SDK Kotowuji pada tahun 2004 hingga 2010. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPK Setya Budi Maunori dan kemudian di SMAN 1 Keo Tengah. Dari masa sekolah inilah benih panggilan hidup membiara mulai tumbuh dan menguat.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Frater Enti memilih menapaki jalan panggilan religius dengan masuk Postulat St. Arnoldus Janssen Boanio pada tahun 2016. Langkah tersebut menjadi awal perjalanan panjang dalam Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD).

Baca juga: KETIKA ROH KUDUS MENJANGKAU LERENG-LERENG SUNYI (Refleksi Pastoral atas Perayaan Pentakosta di Stasi Golo Wunis dan Watu Paci)

Ia kemudian menjalani masa novisiat di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua, pada tahun 2017 hingga 2019. Masa novisiat merupakan tahap pembentukan spiritual yang penting, tempat seorang calon religius belajar tentang kehidupan doa, disiplin, persaudaraan, dan spiritualitas misioner.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ikut kami:

Terpopuler