ARISAN PENDIDIKAN: Terobosan untuk Kemajuan Pendidikan

Arisan pendidikan adalah saat kita gunakan prinsip adat; gotong-royong, wua-mesu, rapa-laka. Kenapa kita tidak punya adat arisan pendidikan? Itu karena dulu, zamannya para leluhur, pendidikan modern belum masuk ke wilayah Flores. Setelah kita merdeka di tahun 1945, pemerintah baru buka sekolah di mana-mana.
Urbanus Xaverius Landa

Belis yang besar bisa dibayar dengan lebih mudah kalo keluarga besar dilibatkan. Pesta yang besar bagaimana pun bisa terlaksana dengan mudah kalo keluarga dilibatkan.

Modal

Jadi, para leluhur kita sudah wariskan satu semangat gotong-royong. Semangat baku-bantu. Semangat baku-topang. Untuk apa? Dengan semangat gotong-royong ini, semua orang ikut memberi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bersama-sama, beban yang berat menjadi ringan, beban yang ringan menjadi tidak ada apa-apanya.

Kalo ada yang punya uang akan sumbang uang, kalo ada yang punya tenaga akan sumbang tenaga, dan seterusnya. Ketika kita melibatkan keluarga besar, suku, orang-orang satu kampung, orang-orang satu desa, apalagi orang-orang dalam jumlah yang banyak, kekuatan kita menjadi besar. Modal yang kecil otomatis menjadi besar karena semua ikut menyumbang.

Pendidikan

Sekarang, sesuai dengan judul tulisan saya di atas, apa kaitannya dengan pendidikan? Sa kasi contoh kuliah. Kuliah itu mahal. Ada uang muka (sumbangan), ada uang UKD, SKS, ada uang KKN, ujian Skripsi, uang Wisuda, uang kos, uang transportasi, uang makan, uang buku, uang fotokopi, uang print, uang senang-senang, uang traktir teman-teman, uang traktir pacar dan lain-lain.

Di kota Maumere, satu semester kira-kira uang kuliah tu 3 juta sampe 5 juta rupiah. Bagi orang dengan penghasilan lebih, biaya itu tidak ada masalah. Kalo kekurangan uang yang bersangkutan bisa pinjam di bank, pinjam di koperasi. Tapi bagi keluarga dengan ekonomi pas-pasan, biaya kuliah 3 juta per semester itu tidak mampu dibayar.

Mau pinjam uang juga orang tidak percaya, ini bagaimana su? Nasib anak tidak bisa sekolah ke jenjang pendidikan tinggi. Karena itulah kita pake prinsip adat yang saya jelaskan di atas. Semangat gotong-royong waktu bayar belis, waktu buat pesta, waktu acara kedukaan, kita terapkan di pendidikan. Saya sebut arisan pendidikan.

Arisan pendidikan adalah saat kita gunakan prinsip adat; gotong-royong, wua-mesu, rapa-laka. Kenapa kita tidak punya adat arisan pendidikan? Itu karena dulu, jamannya para leluhur, pendidikan modern belum masuk ke wilayah Flores. Setelah kita merdeka di tahun 1945, pemerintah baru buka sekolah di mana-mana.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru