Eduardus Berti menegaskan bahwa GRIB Jaya Sikka berkomitmen untuk menyelesaikan setiap persoalan masyarakat melalui dialog yang konstruktif.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa suara pihak yang kami dampingi didengar dengan baik. Tujuan utama kami adalah pemulihan hubungan sosial dan penyelesaian masalah secara bijak, sesuai dengan norma adat istiadat Sikka yang menjunjung tinggi martabat manusia,” ujar Edo Rakeng usai acara.
Camat Talibura menyambut baik inisiatif GRIB Jaya Sikka. Menurut Camat, keterlibatan ormas yang memiliki basis massa kuat dan kredibel seperti GRIB Jaya sangat membantu pemerintah daerah dalam meredam potensi konflik horizontal.
“Dengan adanya pendampingan dari tokoh masyarakat seperti Pak Edo Rakeng dan rekan-rekan GRIB, proses mediasi menjadi lebih terkendali dan emosional dapat dikelola dengan baik,” ungkap Camat Talibura.
Kesepakatan Damai Tercapai
Setelah melalui diskusi panjang yang melibatkan tokoh adat, aparat kecamatan, dan pendamping dari GRIB Jaya Sikka, kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan bersama. Detail kesepakatan bersifat privat demi menjaga kehormatan para pihak, namun intinya mengarah pada penyelesaian masalah secara kekeluargaan dan penghentian segala bentuk tuduhan lebih lanjut di ruang publik.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara Pemerintah Daerah (Camat), Organisasi Masyarakat (GRIB Jaya Sikka), dan Tokoh Adat dapat menjadi solusi efektif dalam menangani isu-isu sensitif di masyarakat.