PERSPEKTIFNUSANTARA.COM. – Pembaca yang budiman. Tidak semua jalan dipenuhi tepuk tangan. Ada langkah yang ditempuh dalam kesunyian. Itulah kelahiran puisi.
Ia lahir dalam sunyi-menyendiri yang pada akhirnya berisik di kepala pembaca.
Itulah yang akan terjadi ketika kita membaca dengan saksama puisi karya Martin Meli.
Baca juga: Identitas Pastor di NTT yang Diduga Digerebek Warga saat Berduaan Bersama Perempuan dalam Rumah
PUTIH PENGABDIAN
Baca juga: Doa yang Tak Sampai
Jubah putih itu tidak hadir dari kemudahan
Ia tumbuh dari sunyi yang panjang
Ada malam-malam penuh pergulatan
Dan hati yang belajar taat dalam keterbatasan
