PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan masih akan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berlaku mulai 27 hingga 29 April 2026.
Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB), masuk dalam status siaga akibat potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Di wilayah NTT sendiri, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang yang dapat terjadi bersamaan dengan hujan deras, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Beberapa wilayah di NTT yang masuk kategori siaga antara lain Manggarai, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya pada 27 April 2026, sementara Manggarai dan Sumba Barat Daya masih berlanjut pada 28–29 April 2026.
BMKG menjelaskan bahwa meskipun sebagian wilayah dapat mengalami cuaca cerah sesaat, potensi cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai akibat dinamika atmosfer yang masih aktif. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Nusa Tenggara.
Selain itu, penguatan Monsun Australia juga turut memengaruhi pola cuaca di Indonesia, menandai masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Meski demikian, hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi secara lokal.
BMKG juga mengungkapkan adanya sirkulasi siklonik di wilayah lain yang turut memperkuat pembentukan awan hujan di beberapa daerah, termasuk NTT, ditambah kondisi atmosfer lokal yang masih labil.
