“Fisik yang prima dan kemampuan bela diri yang terukur sangat penting, namun harus digunakan secara bijak. Ini bukan untuk bersikap keras, melainkan untuk melindungi diri dan menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, pendekatan persuasif harus selalu dikedepankan agar kehadiran aparat dapat diterima masyarakat.
Selain itu, integritas dan profesionalisme menjadi nilai utama yang wajib dijaga oleh setiap anggota. Wagub menekankan bahwa kepercayaan publik hanya dapat diraih melalui sikap disiplin dan etika yang baik.
Sementara itu, Yohan Loban menyampaikan bahwa dinamika tugas di lapangan menuntut personel yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam mengambil keputusan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kapasitas anggota, baik dari sisi fisik maupun kemampuan komunikasi agar penegakan Perda berjalan efektif tanpa menimbulkan konflik,” ujarnya.
Dengan adanya latihan berkelanjutan seperti ini, diharapkan Satpol PP Provinsi NTT mampu tampil sebagai aparat yang tegas, profesional, sekaligus humanis dalam melayani dan melindungi masyarakat.
Klik link ini untuk mendapatkan informasi terbaru hanya di PerspektifNusantara.com
