Kata Dua
Negri ini penuh hati
Bisakah tuan berbagi jantung
Kalau musim tandus mendekap ke dapur
Orang-orang mabuk lapar
Janji tuan masih terkulai pada dinding bibir
Kapan kanak-kanak pulau bisa menelan roti tuan
Kata Tiga
Belati dan pedang masih berdering deras
Pekik perang kaum sedarah sadis melanglang
Kota dan kampung tercucur anyir darah
Bungsu dan sulung beradu dendam
Jangan tuan mengeram kuasa
Dari takhta damaikan kaum seribu kubu
Kata Empat
Di gerbang tuan riak-riak kabar bersimpuh
Mungkin jeritan doa insan-insan bertuan
Penuh peluh kemari mendekam cinta tuan
Bisakah tuan tidak pelit lezat surga
Agar haus dan duka berkemas lenyap
Sebab mereka pengemis hati bukan harta
Kata Lima
