Renungan Harian Katolik Jumat 11 September 2026

Lukas 6:39-42
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (TB Luk 6:42)

Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan sebuah kebenaran yang sangat sederhana tetapi dalam: hati adalah sumber perkataan kita. Apa yang keluar dari mulut bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Perkataan adalah buah dari apa yang tersimpan dan memenuhi hati. Kalau hati dipenuhi kasih, belas kasih, syukur, dan kebaikan, dari sanalah lahir kata-kata yang meneguhkan, menghibur, dan memberi kehidupan. Tetapi kalau hati dipenuhi kemarahan, iri hati, kesombongan, kepahitan, atau kebencian, semua itu pada waktunya akan keluar melalui perkataan. Mulut hanya mengungkapkan apa yang sudah memenuhi hati.

Karena itu, ketika perkataan kita sering melukai, persoalannya mungkin bukan pertama-tama pada mulut, tetapi pada hati yang menjadi sumbernya. Kita dapat mencoba menjaga ucapan, tetapi jika hati tetap dipenuhi kebencian, suatu saat semuanya akan keluar. Kita mungkin menahan diri untuk tidak berbicara, tetapi dalam hati terus menghakimi. Maka Yesus mengajak kita melihat lebih dalam: Apa yang sedang kusimpan di dalam hati? Ketika kita mudah mencela, membicarakan keburukan orang, atau menghakimi, kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: “Apa yang sedang memenuhi hatiku sehingga kata-kata seperti itu keluar?”

Karena itu, perubahan hidup seorang murid Yesus tidak cukup hanya dengan mengubah cara berbicara. Kita perlu membiarkan Tuhan mengubah sumber perkataan itu, yaitu hati kita. Hati yang keras perlu dilembutkan, hati yang penuh luka perlu disembuhkan, hati yang iri perlu belajar bersyukur, dan hati yang penuh kebencian perlu belajar mengampuni. Ketika Kristus semakin memenuhi hati kita, perkataan kita pun perlahan berubah .

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 9 September 2026

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru