PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere -Sekolah Menengah Atas Negeri I Waigete (Smante Waigete) merayakan hari ulang tahun (dies natalis) ke 14 tahun pada Selasa, 8 september 2026. Perjalanan panjang 14 tahun dirayakan di gedung serba guna Smante Waigete setelah hari sebelumnya disyukuri melalui perayaan Ekaristi yang bertempat di Gereja Kuask Paroki Santo Arnoldus Jansen Wairita dan acara adat di desa Hoder Kecamatan Waigete. Syukuran hari ulang tahun atau dies Natalis ke 14 Smante ini diawali dengan penerimaan Korwas Dikmen Kabupaten Sikka, Drs. Mikael Maran M.Pd yang secara fungsional merupakan pembina dan pengembang mutu pendidikan secara khusus Smante Waigete.
Dalam upacara syukuran dies natalis ini dilaksanakan pula syukuran pelantikan kepala sekolah yang baru dan purnabakti Korwas Dikmen Kabupaten Sikka, bapak Drs. Mikael Maran M. Pd. Tiga peristiwa besar mewarnai suasana syukuran tersebut. Pada hari jadi atau dies natalis ke 14 tahun, sebuah tongkat estafet kepemimpinan diletakan di bahu seorang pemimpin muda yang berjanji mendedikasikan diri sepenuhnya untuk kemajuan Smante setelah sebelumya dipegang oleh bapak Wenslaus Mando selama kurang lebih 12 tahun kepemimpinan. Memasuki tahun ke 14, tongkat estafet tersebut akhirnya dipercayakan kepada bapak Abdon Don Weris S.Pd., Gr, yang dilantik pada 25 Maret 2026 oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Dalam sambutannya, kepala sekolah terlantik, Abdon Don Weris S.Pd., Gr. mengungkapkan syukur dan terima kasih kepada semua elemen pendidikan yang telah memampukan dan mempercayakan Smante pada kepemimpinannya secara khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT yang telah melakukan seleksi administrasi, serta uji kelayakan dan memproses usulan penetapan hingga pelantikan , Gubernur NTT yang telah melantik, Komite Sekolah, tokoh adat dan masyarakat setempat. Ungkapan syukur dan terima kasih tersebut juga memuat serta harapan dan permohonan untuk bersama dengan eleman dan perangkat kerja untuk bersama-sama bekerjasama dalam membawa Smante ke arah yang lebih maju lagi. Akhir sambutan, Abdon mengemukanan bahwa sebuah sekolah adalah diibaratkan seperti sebuah tubuh yang mana memiliki kepala, tangan, kaki dan isi tubuh. Keanggotaan ini bermuara pada satu fungsi, harapan dan tujuan yang sama yakni ‘mengerakkan’. Kepala dengan fungsinya mesti menggerakkan agar siswa sebagai isi tubuh memperoleh hak dan kewajibannya sebagai siswa. Disinilah siswa menemukan jiwanya. Hal yang sama juga terjadi pada kaki, tangan sebagai barisan pendukung lainnya. Pada intinya bahwa dengan dan melalui cara bergerak dan berada yang berbeda, sebuah tujuan yang sama diperjuangkan.
Baca juga: Fokus Pemulihan Pasca-Bencana, Kasatgas Bencana Kab. Sikka Tekankan Skala Prioritas Bantuan
kepala sekolah yang menggantikan bapak Wenslaus Mando ini juga mengungkapkan mimpi untuk Smante Waigete. Sebagai kepala sekolah yang baru, beliau bertekad bahwa sekolah ini akan berkembang dengan baik. Namun tekad tersebut tidak bisa terwujud apabila dikerjakan atau dijalankan tanpa prinsip dan visi. Maka pada kesempatan dies natalis dan syukuran pelantikan tersebut beliau meminta kerjasama para guru secara khusus pada sikap dan teladan hidup karena di zaman ini, pengetahuan, ilmu dan kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk mendidik dan memanusiakan peserta didik. Perlu adanya kekuatan moral, spiritual serta kepekaan sosial ekologis.
“Pada zaman ini kecerdasan akademis saja tidak cukup mesti dibarengi dengan moral dan spiritual yang baik”, ujar Abdon Don Weris.
Prinsip tersebut termatub dalam visi sekolah yang baru dibawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru yakni Mewujudkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat dalam moral dan spiritual dan peka terhadap nilai sosial ekologis.
Baca juga: Sudah 5 Hari Mengungsi Tanpa Bantuan, Warga Wolomarang Kecewa Dipaksa Pulang oleh Lurah
KEPEMIMPINAN BARU DENGAN PENDEKATAN HATI
