PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Langkah cepat langsung diambil Forkopimda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Pulau Flores. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Antariksawan, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII Kupang, serta pimpinan DPRD NTT turun langsung menggelar rapat koordinasi penanganan darurat di Polsek Alok, Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026).
Hingga Sabtu sore, data sementara mencatat 33 korban jiwa dan 23 orang luka-luka, dengan rincian:
Korban Meninggal: 33 orang (Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, Manggarai 14 orang, Manggarai Timur 14 orang, dan Manggarai Barat 1 orang)
Baca juga: Citra Bakti Ngada Tak Terbendung, Sabet Juara III Usai Tekuk BMP Flores Timur 3-0!
Luka-Luka: 23 orang (Kabupaten Sikka 6 orang, Ende 13 orang, dan Manggarai Barat 4 orang)
Selain itu, empat orang di Kabupaten Manggarai dilaporkan masih tertimbun reruntuhan dan dalam proses evakuasi penanganan Tim SAR.
“Data ini masih terus diperbarui seiring proses pencarian, evakuasi, dan pendataan di lapangan oleh tim gabungan,” tegas Gubernur Melki Laka Lena di Maumere.
Gempa bumi juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur berat di sejumlah titik, termasuk Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere dan beberapa fasilitas di Kabupaten Ende. Beberapa ruas jalan darat terputus akibat tanah longsor dari tebing, yang saat ini sedang ditangani secara intensif oleh Balai Jalan Kementerian PUPR bersama Dinas PUPR Provinsi dan Kabupaten. Upaya pemulihan jaringan listrik PLN serta sinyal telekomunikasi juga terus dilakukan secara bertahap.