YBTS Cetak Petani Milenial Natakoli, Generasi Muda Diajak Menjadi Motor Kebangkitan Pertanian Desa

Melalui program ini, Yayasan Bina Tani Sejahtera menargetkan terbentuknya kelompok petani muda yang mandiri, kreatif, dan inovatif di Desa Natakoli. Kehadiran kelompok tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa di masa depan.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE, 24 Juni 2026 – Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) menggelar sosialisasi pemberdayaan generasi muda di sektor pertanian di Kantor Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan menurunnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian sekaligus mendorong lahirnya petani-petani muda yang inovatif dan mandiri.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh calon petani muda Desa Natakoli, para Ketua RT dan RW, Kepala Dusun se-Desa Natakoli, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mapitara, Kasianus Ade Manuhutu, SST, serta Penyuluh Pertanian Desa Natakoli, Martinus Meong, SP.

Dalam sambutannya, perwakilan YBTS, Aulia, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, serta akses informasi dan pendampingan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha pertanian modern.

Baca juga: Gunakan Dana Swadaya, 13 Atlet Taekwondo Sikka Siap Bidik Prestasi Makassar Open Turnamen Series 3

“Kami ingin mengubah pandangan bahwa bertani bukan pekerjaan masa lalu, melainkan peluang usaha yang modern, produktif, dan berkelanjutan. Generasi muda harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan pertanian desa,” ujarnya.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Koordinator BPP Kecamatan Mapitara, Kasianus Ade Manuhutu. Menurutnya, kolaborasi antara YBTS dan penyuluh pertanian akan menjadi kekuatan penting dalam mendampingi para pemuda yang ingin terjun ke sektor pertanian.

“Tenaga pendamping dari YBTS bersama Penyuluh Pertanian Desa akan mendampingi para pemuda mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih unggul, teknik budidaya, hingga pemasaran hasil panen. Pendampingan ini diharapkan mampu menciptakan petani muda yang tangguh dan berdaya saing,” jelasnya.

Baca juga: Hujan Tak Padamkan Api Pengabdian, Bupati TTU Kukuhkan Beta Timor Malaka

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait permodalan usaha, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga akses pasar untuk hasil produksi. Para Ketua RT dan RW yang hadir juga menyatakan komitmennya untuk mendukung dan memfasilitasi pengembangan usaha pertanian yang digagas oleh generasi muda di wilayah mereka.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru