PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere, Kab. Sikka — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka menggelar kegiatan Diskusi Kebangsaan yang dirangkaikan dengan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, mulai pukul 23.00 WITA hingga selesai ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai elemen kepemudaan.
Pantauan media di lokasi, hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan kelompok Cipayung, kader GMNI Sikka, perwakilan BEM Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, perwakilan Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bola (Himakab), Kelompok Pemuda Solor (Kompas), serta perwakilan BEM Universitas Nusa Nipa (Unipa).
Pemuda Harus Berjiwa Nasionalis di Tengah Arus Propaganda Global
Baca juga: AI in Education: A Servant of Efficiency or the Killer of Intellect?
Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Iko, yang bertindak sebagai pemantik diskusi menegaskan bahwa pemuda hari ini dihadapkan pada tantangan besar berupa disintegrasi bangsa yang dipicu oleh kepentingan global dan dinamika geopolitik. Menurutnya, marak terjadi framing, agitasi, hingga propaganda yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI.
”Hari ini kita sebagai kader kebangsaan mengalami tantangan yang begitu besar ketika negara digerogoti kepentingan global. Cara berpikir dan bertindak pemuda harus bersandar pada ideologi Bung Karno. Kita wajib memperjuangkan dan menyebarluaskan warisan Pancasila dengan semangat gotong royong,” ujar Wilfridus.
Ia juga mengingatkan historisitas daratan Flores, khususnya Ende, sebagai king maker lahirnya Pancasila. Dalam pidato 1 Juni 1945, Bung Karno tidak hanya bicara nasionalisme tetapi juga internasionalisme yang bermuara pada gotong royong—prinsip di mana semua untuk semua, bukan untuk golongan atau personal.
Baca juga: Balancing the Roles of Artificial Intelligence and Teachers in Education
Melalui diskusi ini, GMNI Sikka bersama elemen pemuda yang hadir mengeluarkan rekomendasi bersama untuk terus bergerak menyebarluaskan “virus” nasionalis yang telah diamanatkan oleh para Founding Fathers dan Founding Mothers bangsa.