Jaga Persatuan dan Cegah Disintegrasi Bangsa, GMNI Sikka Gelar Diskusi Kebangsaan dan Nobar Piala Dunia

"Hari ini kita sebagai kader kebangsaan mengalami tantangan yang begitu besar ketika negara digerogoti kepentingan global. Cara berpikir dan bertindak pemuda harus bersandar pada ideologi Bung Karno. Kita wajib memperjuangkan dan menyebarluaskan warisan Pancasila dengan semangat gotong royong," ujar Wilfridus.

Menakar Kritik Terhadap Dokumenter ‘Pesta Babi’ dan Isu Sektoral Papua

​Salah satu topik hangat yang dibedah dalam diskusi tersebut adalah kemunculan film dokumenter berjudul ‘Pesta Babi’. GMNI Sikka menilai film tersebut patut diduga sebagai bagian dari upaya asing untuk memengaruhi persepsi publik demi kepentingan tertentu.

​GMNI Sikka memetakan beberapa poin kritis terkait isu ini:

​Alat Propaganda Barat: Bangsa Barat dinilai kerap menunggangi isu Hak Asasi Manusia (HAM) serta lingkungan hidup sebagai instrumen untuk memecah belah bangsa dan melancarkan eksploitasi besar-besaran.

​Aktor di Balik Layar: Hasil telisik dan kajian dalam diskusi mengindikasikan adanya keterlibatan NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat) tertentu yang membawa agenda atau “titipan” dari pihak Barat.

​Pertanyaan Kritis Pemuda: Elemen pemuda mempertanyakan standar ganda para pembuat dokumenter. Mereka menyoroti mengapa eksploitasi yang terjadi di wilayah lain seperti Sumatera dan Kalimantan tidak dibuatkan dokumenter serupa, melainkan hanya menyudutkan wilayah Papua.

​Para pemuda lintas elemen ini pun menyatukan persepsi untuk tetap merawat sejarah integrasi Irian Barat (Papua) ke dalam NKRI yang telah diperjuangkan Bung Karno pada rentang tahun 1961-1963.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru