ERSPEKTIFNUSANTARA.COM – TTU, Lautan umat memenuhi Lingkungan St. Petrus Sap’an, Paroki Paroki Santa Maria Mediatrix Omnium Gratiarum Kiupukan, Dekenat Kefamenanu, Keuskupan Atambua, pada Jumat malam, 15 Mei 2026. Ratusan umat Katolik hadir mengikuti Perayaan Ekaristi Bulan Maria yang berlangsung penuh khidmat, hangat, dan sarat makna rohani.
Sejak sore hari, umat dari berbagai Komunitas Umat Basis (KUB) mulai berdatangan secara bergelombang menuju lokasi perayaan. Anak-anak, kaum muda, orang tua hingga lansia tampak memadati area misa dengan membawa rosario, lilin, serta intensi doa keluarga masing-masing. Nuansa kebersamaan dan devosi kepada Bunda Maria terasa begitu kuat di tengah suasana malam yang tenang.
Perayaan Ekaristi dimulai tepat pukul 18.00 WITA dan dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, Rm. Edmundus Sako. Hadir pula Ketua Lingkungan St. Petrus Sap’an, para Ketua KUB, tokoh umat, serta seluruh kelompok kategorial yang ikut ambil bagian dalam perayaan iman tersebut.
Lantunan lagu-lagu liturgi yang menggema sepanjang misa semakin memperdalam suasana doa. Umat mengikuti seluruh rangkaian ibadat dengan penuh penghayatan, terutama saat doa-doa dipanjatkan kepada Bunda Maria sebagai ibu Gereja dan ibu bagi seluruh umat beriman.
Dalam khotbahnya, Romo Edmundus Sako atau yang akrab disapa Romo Mundus menyampaikan refleksi mendalam tentang makna Bulan Maria dan kasih seorang ibu dalam kehidupan manusia. Ia mengajak umat untuk menyadari bahwa kehadiran Bunda Maria di tengah kehidupan umat bukan sekadar simbol rohani, tetapi wujud nyata cinta dan perhatian seorang ibu kepada anak-anaknya.
“Siapakah bapak dan mama sehingga Bunda Allah datang mengunjungi kalian di tempat ini,” ungkap Romo Mundus di hadapan ratusan umat yang hadir.
Kalimat reflektif itu seketika membuat suasana misa menjadi hening dan penuh penghayatan. Banyak umat tampak menundukkan kepala, larut dalam doa dan perenungan akan kasih Tuhan yang dihadirkan melalui sosok Maria.