Usai perayaan Ekaristi, suasana kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh umat mengikuti acara makan dan minum bersama. Pastor, pengurus lingkungan, Ketua KUB, serta umat duduk bersama tanpa sekat, berbagi cerita dan sukacita iman dalam nuansa persaudaraan Gereja yang sederhana namun penuh kehangatan.
Ketua Lingkungan St. Petrus Sap’an menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keterlibatan seluruh umat dalam menyukseskan Misa Bulan Maria tersebut. Menurutnya, antusiasme umat yang mencapai ratusan orang menjadi bukti bahwa semangat iman dan kecintaan kepada Bunda Maria masih sangat hidup di tengah umat.
Ia berharap kegiatan-kegiatan rohani seperti ini terus dipertahankan sebagai sarana memperkuat persatuan umat, mempererat hubungan antar keluarga, serta menumbuhkan semangat pelayanan di lingkungan Gereja.
Perayaan Bulan Maria di Lingkungan St. Petrus Sap’an malam itu akhirnya tidak hanya menjadi sebuah ibadah rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum rohani yang menyentuh hati umat tentang arti kasih seorang ibu, pentingnya kesederhanaan hidup, dan kuatnya persaudaraan dalam Gereja.