Perjalanan produksi film pendek ‘Anak Babi Bapa’ juga menjadi bagian penting dari lahirnya Misenema. Menurut Arys Hayon dan dipertegas oleh Yansen Paji, Misenema adalah asas filosofis yang lahir dari penghayatan terhadap sistem kerja semut. Secara harafiah, Mise artinya semut dalam Bahasa Lio dan Sinema (gambar bergerak). Hal ini dilatarbelakangi oleh bagaimana perjalanan dan system kerja tim dalam memproduksi film tersebut. Mulai dari proses rekrutmen anggota tim yang tidak formal sampai pada bahu-membahu saling membantu melengkapi satu dengan yang lainnya. Inilah cikal bakal lahirnya Misenema.
Keanggotaan kru Misenema berasal dari lingkungan pertemanan, rekan kerja, teman-teman kos, serta mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero. Pola keterlibatan yang terbuka tersebut memperlihatkan bahwa ruang kreatif dapat tumbuh dari lingkungan sederhana. Tidak harus dimulai dengan tim yang mapan atau sumber daya yang besar, tetapi dapat berawal dari pertemuan dengan orang-orang yang memiliki semangat dan keinginan yang sama untuk menciptakan sesuatu.
Bagi Arys dan tim, masuknya ‘Anak Babi Bapa’ ke dalam nominasi di dua festival film menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan mengenal lebih banyak orang di dunia perfilman. Arys mengaku bahwa pengalaman dan pencapai film Anak Babi Bapa memberinya pemahaman baru tentang posisi dan tanggung jawab sebagai seorang produser.
“Keberhasilan film ‘Anak Babi Bapa’ membuat saya tahu bagaimana menggarap film dari sisi produser dan dengan ini kami, secara khusus saya, mengenal lebih banyak orang dan masuk ke sircle yang lebih luas” Tambahnya.
Motivasi dan Harapan
Keberhasilan Film ‘Anak Babi Bapa’ dalam nominasi nasional tidak berhenti sebagai pencapaian pertama Bagi Arys dan Misenema Production. Arys berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk terus menghasilkan karya yang lebih baik. Ia juga berharap semakin banyak naskah dan cerita yang dapat dikembangkan menjadi film. Dengan demikian, pengalaman, gagasan, dan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat memperoleh ruang untuk diceritakan secara audiovisual.
“Harapan saya, ini menjadi motovasi tim, film yang kami garap dari minus, dari kekurangan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menghasilkan karya-karya yang lebih bagus lagi. Semoga ada naskah-naska film yang diberikan kepada kami dan bisa menggarap menjadi film yang baik” Ujarnya.